Rabu, 27 Juni 2012

Tindihan Saat Tidur


 setiap orang mungkin pernah mengalami sleep paralysis atau tindihan dalam tidurnnya. Mungkin dua kali atau sekali dalam hidupnya, bahkan bisa lebih.
Ini pengalaman saya tentunya, saya sering mengalami sleep paralysis saat tidur di malam hari. Rasanya begitu sesak untuk bernafas. Tangan dan kaki sangat sulit untuk digerakkan. Semuanya terasa begitu berat. Untuk bernafaspun sangat sukar dilakukan. Semacam ada yang mencekik diri saya saat tidur.
Banyak orang mengatakan jika tindihan disebabkan karena ditindihi oleh makhluk halus. Namun, semua itu hanya mitos belaka orang jaman dahulu.
Tindihan tidak hanya berada di Indonesia saja, namun di Negara lain juga ada. misalnya, di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang. Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
Di budaya Turki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya. Ya, hampir setiap negara, punya istilah tersendiri untuk menyebut tindihan, dan semua negara di belahan bumi nyaris percaya tindihan disebabkan ulah makhluk halus.


sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis disebabkan karena malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).
Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam, dan tahap REM (pada tahap inilah mimpi terjadi).
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM). Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM, tapi tubuh belum bangun, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi..

Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar