setiap
orang mungkin pernah mengalami sleep paralysis atau tindihan dalam tidurnnya.
Mungkin dua kali atau sekali dalam hidupnya, bahkan bisa lebih.
Ini pengalaman saya tentunya, saya sering
mengalami sleep paralysis saat tidur di malam hari. Rasanya begitu sesak untuk
bernafas. Tangan dan kaki sangat sulit untuk digerakkan. Semuanya terasa begitu
berat. Untuk bernafaspun sangat sukar dilakukan. Semacam ada yang mencekik diri
saya saat tidur.
Banyak orang mengatakan jika tindihan
disebabkan karena ditindihi oleh makhluk halus. Namun, semua itu hanya mitos
belaka orang jaman dahulu.
Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
Di budaya Turki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya. Ya, hampir setiap negara, punya istilah tersendiri untuk menyebut tindihan, dan semua negara di belahan bumi nyaris percaya tindihan disebabkan ulah makhluk halus.
sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak
bisa bergerak dan serasa lumpuh). Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas
Waterloo, Kanada, sleep paralysis disebabkan karena malfungsi tidur di tahap
rapid eye movement (REM).
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur,
gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari
keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung
melompat ke mimpi (REM). Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM, tapi
tubuh belum bangun, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar,
tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain
yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi..
Dari
berbagai sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar